Cara memilih benih tanaman yang baik

Bagi Anda yang senang bercocok tanam, pemilihan benih adalah salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman. Hal tersebut dikarenakan benih adalah awal...

Wulandari Agustin
Cara memilih benih tanaman yang baik

Bagi Anda yang senang bercocok tanam, pemilihan benih adalah salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman. Hal tersebut dikarenakan benih adalah awal dari kehidupan sehingga jika menginginkan produk yang baik, maka diperlukan benih yang baik pula.

Secara umum, benih yang bermutu bisa digolongkan jadi tiga jenis yakni benih bermutu secara fisik, benih bermutu secara genetis, dan benih bermutu secara fisiologis.

Benih yang bermutu secara fisik adalah benih berkualitas berdasarkan fisiknya. Benih yang bermutu secara genetis adalah benih dari benih murni yang bisa memperlihatkan identitas genetis induknya. Sedangkan benih yang bermutu secara fisiologis, benihnya memiliki daya tumbuh yang tinggi dengan viabilitas yang tinggi pula.

Berikut adalah ciri-ciri benih yang baik untuk tanaman.

  1. Benih berisi. Benih berisi berarti tidak hampa. Lewat penimbangan benih, Anda bisa mengetahui benih tersebut bernas atau tidak. Jika berat benih standar ketika ditimbang, maka benih tersebut baik. Selain itu, mengetahui fisik benih bisa juga lewat direndam dengan air. Jika benih tenggelam, maka benih tersebut bisa dipastikan tidak hampa. Benih yang bernas umumnya berat karena mengandung cadangan makanan lebih banyak sehingga jika benih ini disemai maka akan mampu memproduksi kecambah lebih besar. 
  2. Ukuran benih seragam. Benih yang baik merupakan benih dengan ukuran normal, tidak terlalu kecil dan tidak juga terlalu besar. Tidak hanya itu, benih juga perlu mempunyai keseragaman dalam hal ukuran. 
  3. Warnanya cerah dan bening. Warna benih bisa mengidentifikasi kualitas benih tanaman, terlebih untuk mengetahui seberapa lama benih disimpan serta untuk mengetahui tingkat kesehatan benih dari penyakit. Benih dengan kualitas baik mengidentifikasikan warna kulit terang dan cerah, sesuai dengan warna aslinya. Benih yang disimpan di dalam lingkungan tidak steril bisa membuat benih berwarna lebih kusam dan tidak sesuai dengan warna aslinya.
  4. Benih bersih dari berbagai kotoran. Benih yang bersih akan terbebas dari gulma, pasir, kerikil, serta sisa-sisa bagian tanaman lain.

Sekian ciri-ciri serta cara memilih benih yang berkualitas. Semoga kegiatan bercocok tanam Anda berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *