Cara mencegah keputihan pada anak

Selama ini keputihan dikenal sebagai kondisi yang dialami oleh perempuan dewasa. Namun nyatanya, anak perempuan yang belum menstruasi pun bisa mengalami keputihan. ...

Wulandari Agustin
Cara mencegah keputihan pada anak

Selama ini keputihan dikenal sebagai kondisi yang dialami oleh perempuan dewasa. Namun nyatanya, anak perempuan yang belum menstruasi pun bisa mengalami keputihan. 

Sayangnya masih sedikit orang tua yang mengenali tanda-tanda keputihan pada anak. Jika tidak ditangani dengan tepat, masalah keputihan pada anak bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi yang menyebar ke seluruh alat kelamin bahkan alat reproduksi lain.

Ciri-ciri keputihan pada anak hampir sama seperti keputihan yang terjadi pada perempuan dewasa yakni dengan keluarnya cairan bening atau keputih-putihan dari vagina. Jika orang tua menemukan gejala tersebut, sebaiknya segera bawa anak ke dokter.

Dari kebanyakan kasus keputihan pada anak, penyebabnya adalah infeksi jamur, bakteri, ataupun parasit. Selain itu, bisa juga disebabkan karena benda asing. Misalnya terlalu banyak menaburkan bedak pada alat kelamin anak. Tidak hanya itu, anak-anak usia balita bisa jadi suka memasukkan barang-barang asing ke dalam lubang apapun termasuk alat kelaminnya. Hal ini bisa menyebabkan keputihan. 

Keputihan yang terjadi pada anak bisa menimbulkan bau manis, asam, bahkan busuk. Pada anak, penyebab keputihan bisa jadi karena disebabkan kurang higienisnya daerah sekitar vagina anak. Misalnya saat cebok yang arahnya salah. Sebagai informasi, cara cebok yang benar adalah dengan gerakan dari depan ke belakang. Jika sebaliknya, maka bakteri e coli dari dubur bisa masuk ke vagina. 

Jika anak Anda sudah mengalami keputihan, hal yang perlu dilakukan adalah dengan membawanya ke dokter anak. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar anak Anda terhindar dari keputihan, berikut cara yang bisa diantisipasi.

  1. Selalu keringkan alat kelamin anak setelah buang air kecil.
  2. Lebarkan posisi lutut anak saat buang air kecil agar air kencingnya tidak tertahan di area vagina.
  3. Jangan membedaki vagina bayi.
  4. Hindari pemakaian sabun secara langsung pada vagina anak.
  5. Biasakan untuk rutin mengganti pakaian dalam anak 2 sampai 3 kali dalam sehari supaya vagina anak tetap kering dan bersih.
  6. Bersihkan vagina anak dengan benar yakni dengan gerakan dari depan ke belakang.
  7. Hindari menggosok vagina anak terlalu keras.

Periksakan ke dokter jika anak mengeluhkan rasa sakit ketika buang air kecil. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *