Waspada! Inilah ciri-ciri Keputihan yang berbahaya

Keputihan merupakan cairan putih atau bening yang keluar dari vagina. Meski umumnya terjadi pada perempuan dewasa, keputihan juga bisa terjadi pada anak-anak....

Wulandari Agustin
ciri-ciri Keputihan yang berbahaya

Keputihan merupakan cairan putih atau bening yang keluar dari vagina. Meski umumnya terjadi pada perempuan dewasa, keputihan juga bisa terjadi pada anak-anak. Meski bisa dibilang sebagai kondisi normal, namub keputihan tetap perlu diperhatikan karena ternyata keputihan juga ada yang berbahaya. 

Dalam artikel ini, kami ingin memberikan informasi mengenai ciri-ciri keputihan yang berbahaya

  1. Keputihan berbau busuk. Umumnya keputihan hanya berbau amis. Namun jika baunya sudah berubah menjadi busuk, maka harus diwaspadai. Selain berbau busuk, keputihan jenis ini juga biasanya disertai dengan warnanya yang kehijauan atau kekuningan.
  2. Keputihan disertai rasa gatal. Keputihan yang menyebabkan rasa gatal di vagina bisa jadi menjadi tanda organ intim terkena infeksi clamidia. Hal ini termasuk infeksi yang umum terjadi namun tetap memerlukan perawatan. Begitu terdeteksi, sebaiknya segera tangani karena jika tidak, infeksi ini bisa menyebar sampai ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih.
  3. Keputihan disertai dengan pendarahan. Kondisi ini biasanya terjadi menjelang menopause atau setelah menstruasi. Keputihan ini terbilang berbahaya karena menjadi tanda adanya masalah pada organ reproduksi. Bahkan beberapa perempuan yang mengalami keputihan disertai dengan pendarahan bisa didiagnosa kanker serviks atau kanker rahim. Untuk ibu hamil yang mengalami kondisi ini bahkan bisa menjadi pertanda keguguran.
  4. Keputihan disertai dengan demam. Demam yang terjadi pada perempuan yang mengalami keputihan adalah pertanda terjadinya infeksi pada organ kewanitaan yang sudah mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. 
  5. Keputihan disertai dengan sering buang air kecil. Kondisi ini biasanya disertai pula dengan rasa panas ketika sedang buang air kecil. Jika hal ini terjadi, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter karena berpotensi menyebabkan gagal ginjal.
  6. Keputihan dengan tekstur kental. Umumnya, kondisi ini terjadi pada perempuan yang akan masuk periode menstruasi. Namun jika keputihan dengan tekstur kental terjadi dalam waktu yang lama, maka bisa jadi itu mendadakan organ intim kewanitaan terkena infeksi trichomoniasis. 
  7. Keputihan berbusa. Keputihan yang mulai berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan dan disertai busa patut diwaspadai. Kondisi ini disebabkan oleh gonorrhea, sebuah penyakit menular seksual yang memerlukan perawatan medis secara intensif.  Itulah tanda-tanda keputihan yang patut diwaspadai. Jika Anda mengalami salah satu diantaranya, jangan tunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *