Mengenal MLM (Multi Level Marketing) dan NASA

Sebelum memutuskan bergabung di bisnis dengan metode MLM sebaiknya Anda memahami hal-hal berikut agar terhindar dari penipuan.

Wulandari Agustin
Mengenal MLM (Multi Level Marketing) dan NASA

PT. Natural Nusantara atau biasa disebut NASA merupakan perusahan yang bergerak di bidang ritel produk-produk agrokompleks, kesehatan, kecantikan & body care. Sistem pemasaran yang digunakan oleh NASA adalah MLM (Multi Level Marketing — pemasaran berjenjang). Perusahaan MLM mendistribusikan produknya melalui para distributornya (atau biasa disebut mitra), oleh karena itu MLM bisa juga disebut sebagai direct selling (penjualan langsung). Karena dijual secara langsung dari distributor ke konsumen tanpa melalui rantai distribusi seperti pada bisnis konvensional. Sebelum memutuskan bergabung dengan perusahaan MLM, mari kita mengenal MLM terlebih dahulu.

Perbedaan MLM dan bisnis konvensional

Misalkan kita membeli pasta gigi di warung, jalur rantai distribusi pada bisnis konvensional kurang lebih seperti pada gambar dibawah.

Ratai distribusi pada bisnis konvensional

Bahkan bisa lebih pendek atau lebih panjang lagi rantai distribusinya. Dalam bisnis konvensional ada biaya besar yang dikeluarkan oleh perusahaan produsen yaitu untuk biaya distribusi dan iklan.

Sedangkan dalam bisnis MLM, rantai distribusinya jauh lebih sederhana, atau dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini.

Ratai distribusi pada bisnis MLM

Bedanya, pada bisnis MLM tidak mengeluarkan biaya iklan dan distribusi karena produk langsung dijual kepada konsumen melalui distributor atau mitra, sehingga biaya distribusi & iklan dialokasikan untuk membayar bonus kepada distributor tersebut. Di NASA, bonus tersebut biasa disebut rabat dan bisa didapatkan setiap tanggal 20 tiap bulannya (bagi yang telah tutup poin).

Sistem Poin pada bisnis MLM

Bonus pada bisnis MLM diperoleh dari poin dari setiap belanja produk dan memiliki istilah yang berbeda di setiap perusahaan dengan sistem MLM. Di NASA sendiri terdapat dua jenis poin, yaitu:

  1. Point Value (PV) digunakan untuk menentukan peringkat dan persentase rabat;
  2. Business Value (BV) digunakan untuk menghitung bonus atau rabat dan royalti.

Mitra dapat mengumpulkan poin untuk mencapai peringkat dan mendapatkan bonus atau royalti. Poin bukan pengganti nominal produk, melainkan sebagai komponen penghitung peringkat dan persentase rabat.

Contoh poin pada produk NASA, misalnya BUSFIT dengan PV senilai 30 dan BV senialai 30.000.

Tutup poin atau TUPO

TUPO merupakan nilai minimal belanja produk dalam tiap bulannya, jumlahnya akan berbeda di setiap perusahaan MLM. Di NASA, nilai minimal untuk TUPO berbeda-beda, tergantung jenjang karir mitra yang bersangkutan. Untuk mitra dengan level Distributor hingga Manager TUPO-nya senilai 50 PV dan untuk level Silver Manager hingga Crown Diamond Director TUPO-nya senilai 100 PV. Di NASA, TUPO tidak wajib harus tiap bulan, apabila target poin tidak tercapai maka akan tetap di kalkulasikan dengan bulan berikutnya. Tujuannya agar mitra baru dengan omset yang masih minim tidak terbebani dengan target TUPO bulanan dan tidak lagi menjadikan TUPO sebagai momok menakutkan seperti yang sering terjadi di bisnis sejenis.

TUPO bisa dijadikan sebagai sebuah motivasi dan target. Seperti pada bisnis konvensional yang herus memiliki target penjualan harian, mingguan atau bulanan agar bisnisnya bisa terus berputar. Bagi mereka yang belum bermental pebisnis biasanya akan lebih tergiur dengan bonus rekrut yang besar dan tidak logis atau mengikuti investasi ilegal dan money game.

Cara mengetahui MLM apakah legal atau ilegal

Perusahaan direct selling atau MLM yang legal (resmi) wajib memiliki SIUP (Surat Ijin Usaha & Perdagangan) dan SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung).

Apabila belum memiliki kedua izin tersebut maka perusahaan tersebut dinyatakan ILEGAL oleh pemerintah RI.

Bisnis MLM yang terjamin legalitasnya pasti telah tergabung di APLI, meskipun setiap MLM tidak wajib masuk APLI. APLI merupakan singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Dan merupakan satu-satunya asosiasi MLM resmi yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan oleh asosiasi MLM dunia (WFDSA). Di setiap negara WFDSA (World Federation of Direct Selling Assosiation) hanya menerima satu asosiasi direct selling atau MLM sebagai anggotanya.

Logo APLI dan WFDSA

APLI merupakan organisasi independent, yang tidak berafiliasi dengan salah satu kegiatan politik praktis, selain kegiatan profesional dalam bidang mewujudkan penjualan langsung, termasuk penjualan dengan system berjenjang atau MLM yang murni dan benar. Salah 1 peran penting APLI adalah memastikan perusahaan MLM yang menjadi anggota APLI bukanlah money game (investasi berkedok MLM) & bukan MLM ilegal.

Hematnya, perusahaan MLM yang telah tergabung dengan APLI telah teruji dan terjamin kelayakannya, mulai dari managemen, finansial, produk dan lain sebagainya. Daftar anggota APLI dan WFDSA dapat diakses pada laman berikut:

  1. APLI — https://www.apli.or.id/daftar-anggota
  2. WFDSA — https://wfdsa.org/region/asia-pacific/

Apa itu Money Game?

Money game (permainan uang) merupakan kegiatan untuk menghimpun dana masyarakat dengan praktik untuk memberikan komisi serta bonus dari pendaftaran atau perekrutan anggota yang baru bergabung. Atau lebih populer disebut bisnis berskema piramida (ponzi). Money game dan bisnis dengan skema ponzi dilarang keras oleh pemerintah dan bisa dipidana.

Pada bisnis money game ini Anda akan mendapatkan keuntungan dari setiap perekrutan mitra baru (biaya perekrutan) dan seterusnya sehingga membentuk pola seperti piramida. Awalnya, Anda akan mengira telah mendapatkan keuntungan dari perusahaan tesebut, padahal kenyataanya laba tidak diperoleh oleh perusahaan. Sistem ini tidak akan stabil dan bisa runtuh ketika berkurangnya rekrutmen member baru sehingga tidak ada lagi arus kas.

Bisnis money game ini bisa menjelma dalam beragam bentuk, mulai dari investasi ilegal yang merekrut member hingga dalam bentuk MLM, sehingga sistem MLM dan produknya hanya dijadikan sebagai kedok money game. Mulai sekarang sudah saatnya masyarakat faham dan sadar bagaimana memilih MLM yang legal dan aman untuk berinvestasi jangka panjang.

2 respon untuk “Mengenal MLM (Multi Level Marketing) dan NASA”

  1. Alhamdulillah saya pun sudah satu tahun berada di MLM yang legal yaitu PT. NASA, yang penting aktif bina dan duplikasi kepada para downline In Sya’ Allah omset terus meningkat. Semangat pagi, salam dari NASA Jawa Timur 🙂

    1. Semangat pagi!

      Alhamdulillah, semoga bisnis NASA-nya terus berkembang, sukses mulia dunia akhir. Salam sukses STOKIS Z.2960

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *