Penyebab gatal dan bau pada Vagina dan solusi untuk menanganinya

Semua perempuan bisa jadi pernah mengalami gatal pada organ kewanitaannya. Bahkan beberapa bisa juga disertai dengan bau kurang sedap. Hal tersebut wajar...

Wulandari Agustin
Penyebab gatal dan bau pada Vagina

Semua perempuan bisa jadi pernah mengalami gatal pada organ kewanitaannya. Bahkan beberapa bisa juga disertai dengan bau kurang sedap. Hal tersebut wajar mengingat vagina merupakan organ paling lembap. Namhn rasa gatal dan bau harus diwaspadai jika terjadi dan berlangsung dalam waktu yang lama. 

Berikut kami berikan penjelasakan mengenai penyebab gatal dan bau pada vagina serta cara untuk menanganinya.

Penyebab gatal dan bau pada vagina bisa terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena adanya kontak dengan bahan kimia seperti sabun, pembalut, tisu, ataupun kondom ketika sedang berhubungan seksual.

Selain itu, penyebab gatal dan bau pasa vagina juga bisa karena vagina mengalami keputihan. Secara umum, keputihan yang terjadi dibagi menjadi keputihan fisiologis yang disebabkan faktor-faktor hormonal dan keputihan patologis yang bisa terjadi karena infeksi atau kandidiasis vagina. 

Lichen sklerosis juga dapat menimbulkan gatal dan bau pada vagina. Kondisi ini ditandai dengan bercak putih yang timbul di sekitar area vagina. Lichen Sklerosis umumnya dialami perempuan-perempuan yang sudah masuk masa menopause.

Prakanker juga bisa menimbulkan bau dan gatal pada vagina. Oleh karena itu, ketika Anda merasakan aroma tidak sedap disertai rasa gatal pada vagina, sebaiknya waspada karena itu bisa jadi gejala awal kanker serviks atau kanker vagina.

Hal penting yang harus Anda ketahui pula, stres ternyata bisa menyebabkan vagina gatal dan bau kurang sedap. Hal ini bisa terjadi karena ketika stres, sistem kekebalan tubuh seseorang terganggu sehingga kesehatan organ intim pun akan terpengaruh. Peremluan yang rentan mengalami stres bisa merasakan keluhan berupa gatal dan bau pada area intimnya. 

Lalu bagaimana cara menghilangkan gatal dan bau pada area kewanitaan?

Caranya sangat sederhana. Yang tidak kalah penting adalah konsistensi dalam melakukannya. Misalnya dengan disiplin mengganti celana dalam. Ingatlah bahwa celana dalam bisa menjadi media berkembangbiaknya bakteri di dalam organ intim. Ganti celana dalam minimal dua kali dalam sehari dan pastikan selaku celana dalam selalu dalam keadaan kering.

Selain itu, cara untuk menghilangkan bau dan gar pada miss V adalah dengan menghindari penggunaan tisu atau pantyliner yang menggunakan pewangi. 

Yang tidak kalah penting, hindari menggaruk daerah intim sekalipun sangat gatal. Sebaiknya basuh dengan air hangat yang telah dicampur dengan ekstrak daun sirih alami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *